MAU TAU SOLUSI CEPAT MENINGKATKAN HASIL PANEN SAWIT ANDA HINGGA 4 KALI LIPAT ?

 

MASALAHNYA ADALAH BAGAIMANA CARANYA?

Dalam usaha meningkatkan produksi kelapa sawit, Ekstensifikasi merupakan salah satu metode yang sering digunakan, akan tetapi dalam prosesnya memerlukan lahan yang lebih luas serta lebih banyak memerlukan tenaga kerja. Dari kendala yang ditemui dalam ekstensifikasi tersebut, maka metode Intensifikasi menjadi salah satu hal wajib dalam peningkatan produksi sawit.
Teknologi PIKAT NASA Kelapa Sawit hadir untuk memenuhi solusi dalam proses intensifikasi produksi pada kelapa sawit. Teknologi PIKAT NASA (Pengelolaan Intensif Kesuburan Alami Terpadu NASA) dari PT Natural Nusantara ini mampu memenuhi semua kebutuhan tanah dan tanaman secara terpadu (lengkap) yaitu unsur hara makro dan mikro, hormon dan enzim pertumbuhan, asam-asam organik serta beberapa jenis mikroorganisme yang berguna bagi tanaman.

Teknologi PIKAT NASA Kelapa Sawit dapat membantu pembudidayaan kelapa sawit secara organik untuk memperoleh kestabilan produksi sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.

SOLUSI EFEKTIF & EFISIEN INTENSIFIKASI LAHAN

TEKNOLOGI ORGANIK PIKAT NASA

POTENSI KELAPA SAWIT 

  • Konsumsi CPO Semakin meningkat karena keunggulan produksi dan harga dibanding sumber minyak nabati lain.
  • Perkembangan kebijakan global akan pengalihan dari BBM (Minyak) menuju ke BBN (Nabati)
  • Tidak banyak negara-negara di dunia yang bisa membudidayakan tanaman sawit karena faktor iklim & geografis.
  • Indonesia memiliki lahan yang cukup luas untuk bisa ditanami sawit.

KONDISI AKTUAL LAPANGAN

  • Meskipun cukup tersedia lahan yang luas, namun Ekstensifikasi sawit menemui beberapa kendala : 
    – Tudingan perusakan hutan
    – Tudingan perusakan lapisan ozone
    – Tudingan pemusnahan satwa langka
    – Merubah keseimbangan ekologi dari tanaman heterogen menjadi homogen (sawit)
  • Produktifitas lahan aktual masih lebih rendah dari produktivitas lahan potensial bahkan cenderung semakin menurun.
  • Tenaga kerja lapangan semakin terbatas
  • Biaya tenaga kerja semakin tinggi.

Peningkatan produksi sawit melalui Ekstensifikasi yang memerlukan lahan lebih luas & tenaga kerja lebih banyak akan menemui kendala, maka Intensifikasi menjadi solusi.

Budidaya tanaman ke depan harus memenuhi 3 aspek (K-3) :

  • KUANTITAS
    Produksi/tonase yang tinggi.
  • KUALITAS
    Rasa, warna, aroma, rendemen, keamanan pangan, daya simpan.
  • KELESTARIAN
    Lingkungan budidaya khususnya lahan tetap lestari (tidak rusak) agar produksi tinggi & berkualitas tetap dapat dipertahankan terus (sustainable agriculture).

Untuk mendapatkan profit yang lebih tinggi secara jangka pendek dan panjang guna mewujudkan KEMAKMURAN

IDENTIFIKASI INTENSIFIKASI

Beberapa masalah terkait intensifikasi (selain point 1 s/d 5)

  • Penggunaan Pupuk Kimia yang kurang bijaksana dan tidak diimbangi pupuk organik.
  • Unsur hara tanaman yang diberikan hanya unsur makro (NPK)
  • Unsur mikro, enzym, hormon, asam amino & asam-asam organik tidak pernah/jarang diberikan.
  • Kondisi lahan/tanah yang semakin rusak.

Upaya Mencapai K-3 Melalui INTENSIFIKASI

Untuk mencapai INTENSIFIKASI Budaya Tanaman dengan prinsip K-3 maka semua faktor pertumbuhan dan perkembangan tanaman harus dalam kondisi ideal dan dikelola dengan baik. Khususnya berkaitan dengan kesuburan tanah harus dikelola intensif diantaranya dengan prinsipTEKNOLOGI PIKAT (Pengelolaan Intensif Kesuburan Alami Terpadu)